Chat In Sibuea Blog

SENI DAN INSPIRASI


http://reddragondesigns.net/
Hover Effects

HUJAN SALJU

MY FAMILY

Alm.R.SIBUEA (Father)WITH J.br.MARPAUNG (Mother) Anak 1.E.ROHANI T SIBUEA 2.HIRAS P.M.SIBUEA 3.LUNGGUK Y.SIBUEA 4.DESI P.SIBUEA 5.TEDDY P.M.SIBUEA 6.NOVITA S.SIBUEA 7.LEDY C SIBUEA 8.GOMGOM ALEXSANDRO SIBUEA

Minggu, 20 Januari 2013


Bentuk Badan Perencanaan PLTN

PONTIANAK – Desakan pengayaan uranium Kalbar untuk energi terus disuarakan. Bahkan mengusulkan kepada gubernur membentuk badan persiapan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTIN). “Bukan panitia, tapi badan. Tidak dapat main-main lagi, ini kebutuhan mendesak,” kata Ketua Pusat Studi Energi Terbarukan Universitas Tanjungpura, M Ismail Yusuf, kemarin (12/2).Dia menegaskan pengayaan uranium untuk PLTN di Kalbar harus terlaksana. Pemerintah pusat dimintanya proaktif dan menyikapinya dengan cepat. “Kami minta pusat proaktif. Kalau masalah sumber daya manusia, Untan siap,” tegasnya.
Ismail menyontohkan negara maju seperti, AS, Jepang dan Prancis. Negara tersebut telah menggunakan uranium untuk memenuhi kebutuhan energinya. “Di Amerika terdapat 140 reaktor nuklir aktif, begitu juga Jepang dan Prancis, mereka gunakan nuklir untuk kebutuhan listrik,” paparnya.Menanggapinya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida S Alisjahbana mengatakan, dalam renjana pembangunan jangka menengah nasional hingga 2014 pembangunan PLTN di Kalbar tidak dicantumkan. Baru kemungkinan ada pada 2019. “Dalam RPJMN sampai 2014 tidak ada pengayaan uranium untuk PLTN,” katanya.
Walau begitu, Bappenas tengah berpikir mengembangkan sumber energi terbarukan. Di Kalbar menurutnya, masih banyak sumber energi lain, seperti mikrohidro. “Sesuai karakter masing-masing daerah, mungkin Kalbar berpotensi bangun pembangkit listri tenaga air,” tuturnya.Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kalbar, Fathan A Rasyid, Gubernur Kalbar telah mengusulkan agar pembantungn PLTN cepat dilakukan. Artinya pemerintah provinsi pun ingin energi di Kalbar tidak mengalami krisis. “Itu disampaikan gubernur pada musyawarah rencana pembangunan pada April 2009,” ujarnya.Pembangunan PLTN, kata Fathan, melalui tahapan. Tidak serta-merta terlaksana. Dipaparkannya, memerlukan kajian, kemudian feasibility study yang dilakukan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). “Kalau terbangun, seluruh masyarakat Kalbar akan merasakan manfaatnya. Tidak hanya murah, PLTN juga ramah lingkungan. Tapi semuanya tergantung pemerintah pusat,” katanya.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More