Chat In Sibuea Blog

SENI DAN INSPIRASI


http://reddragondesigns.net/
Hover Effects

HUJAN SALJU

MY FAMILY

Alm.R.SIBUEA (Father)WITH J.br.MARPAUNG (Mother) Anak 1.E.ROHANI T SIBUEA 2.HIRAS P.M.SIBUEA 3.LUNGGUK Y.SIBUEA 4.DESI P.SIBUEA 5.TEDDY P.M.SIBUEA 6.NOVITA S.SIBUEA 7.LEDY C SIBUEA 8.GOMGOM ALEXSANDRO SIBUEA

SIBUEA MARK QUARK HIGGS BOSON

Jika anda sia-siakan uang, maka anda hanya akan kehilangan uang. Tapi jika anda SIA-SIAKAN WAKTU, maka anda akan KEHILANGAN SEBAGIAN HIDUP anda.(If you do not waste your money, then you will only lose money. But if you are NOT WASTE TIME, then you will LOSE SOME LIFE you).

SIBUEA SCIENCE LEPTON GLUON TAO

Hal terpenting dalam kehidupan adalah mencintai apa yang Anda lakukan, karena itu satu-satunya cara agar Anda mencapai hasil yang sangat baik dalam pekerjaan Anda.(The most important thing in life is to love what you do, because it's the only way for you to achieve excellent results in your work).

SIBUEA MARGAKU MARPAUNG PARIBANKU

Jangan pernah menyerah karena apapun yang terjadi selalu ada jalan keluar. Kita dilahirkan bukan sebagai orang yang gagal tetapi seorang pemenang.(Do not ever give up because no matter what happens there is always a way out. We are born not as a failure but a winner).

SIBUEA WAYNE MARK ROONEY SIR ARTHUR EDDINGTON

Before God we are all equally wise - and equally foolish (Dihadapan Tuhan kita semua setara bijaksananya dan setara bodohnya).

SIBUEA FIND SUCCESS BUT NOT PERFECTION

Hanya mereka yang berani gagal dapat meraih keberhasilan. Keberhasilan tidak diukur dengan apa yang anda raih, namun kegagalan yang telah anda hadapi, dan keberanian yang membuat anda tetap berjuang.(Only those who dare to fail to achieve success. Success is not measured by what you accomplish, but the failures you have faced, and the courage that keeps you fighting).

Jumat, 15 Maret 2013

Si Jenius FISIKA dari Tanah BATAK (Prof.Pantur Silaban,Phd)


PANTUR SILABAN - Dari Snellius ke Einstein


Cover Tatap Edisi Januari-Februari 2008SEKALI peristiwa di awal dasawarsa lima puluhan. Seorang murid SMP di Sidikalang terpana pada keterangan guru ilmu alamnya. “Sinar yang masuk dari udara ke dalam air selalu dibelokkan.” Laki-laki remaja itu pun bertanya: mengapa? Tak ada jawaban memadai.
Hukum Snellius mengenai pembiasan itu merupakan pintu masuk bagi Pantur Silaban mencintai fisika. Karena tak ada jawaban jitu dari sang guru, ia pun bernazar akan menggeledah rahasia alam melalui studi fisika di kemudian hari.
Dalam perjalanan ruang-waktu, minat Pantur melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi setelah lulus SMA ikut pula bergerak. Selain mendalami fisika, ia berhasrat pula mempelajari teologi. Meninggalkan Sumatera selepas sekolah lanjutan atas, pria kelahiran Sidikalang, 11 November 1937 itu mampir di Jakarta membekali diri mengikuti ujian saringan masuk sekolah tinggi teologi. “Anehnya, saya sakit selama di Jakarta mempersiapkan diri masuk ke sana,” katanya. Perjalanan diteruskan ke Bandung. Tujuannya satu: kuliah fisika di ITB. Dia diterima di sana.
Waktu pilih Fisika, tak ada masalah dengan orangtua?
Ayah saya yang pedagang dan buta huruf hanya mengatakanKamu terserah pilih apa“. Kami hanya bisa membantu menyekolahkan. Saran saya ambil bidang yang kamu suka.’ Tak disuruh pilih yang menghasilkan uang sekian,” kata Pantur mengenai kebebasan yang ia peroleh dari ayahnya, Israel Silaban, memilih jurusan.

Orangtua Pantur, pasangan Israel Silaban dan Regina br. Lumbantoruan
, adalah pedagang yang berhasil. Pendek cerita, keluarga ini tergolong berada di lingkungan Sidikalang dan sekitarnya.
Dalam tempo enam setengah tahun, waktu optimal pada zaman itu merampungkan kuliah tingkat sarjana, Pantur lulus pada tahun 1964 dan berhak menyandang gelar doktorandus dalam fisika. Ia langsung diterima sebagai anggota staf pengajar Fisika ITB.
Selama kuliah kecenderungannya pada bidang tertentu dalam fisika mulai terbentuk. Pantur amat menggandrungi matematika murni dan mata kuliah yang tergolong dalam kelompok fisika teori, seperti mekanika klasik lanjut, teori medan elektromagnetik, mekanika kuantum, dan teori relativitas Einstein. Maka, ketika datang kesempatan studi lanjut di Amerika Serikat pada tahun 1967, tujuannya sudah jelas. “I go there just for the General Relativity Theory, no other things,” katanya. “Itu yang ada di benak saya waktu itu.”
Siapakah fisikawan yang paling tepat menuntunnya belajar Relativitas Umum Einstein di tingkat doktor? Dan di perguruan tinggi manakah fisikawan-fisikawan itu bermarkas di Amerika Serikat?
Albert Einstein (1879-1955) pada saat itu sudah 12 tahun di alam baka. Tapi, semasa hidupnya ia salah satu pendiri sekolah –semacam fakultas—yang menjadi tempat khusus mempelajari teori gravitasi dan Relativitas Umum Einstein. Sekolah itu berada di bawah Universitas Syracuse, New York dan termasyhur sebagai pusat studi gravitasi dan Relativitas Unum yang pertama dan terkemuka di dunia, bahkan sampai saat ini. Di sana mengajar teman-teman dan murid-murid dekat Einstein, antara lain Peter Gabriel Bergmann. Dia fisikawan pertama yang menulis buku daras tentang Relativitas Umum Einstein.
Karya Bergmann itu, Introduction to the Theory of Relativity, mendapat tempat khusus di kalangan fisikawan teoretis dengan spesialisasi teori gravitasi atau Relativitas Umum. Selain dianggap sebagai salah satu buku babon tentang relativitas, kitab inilah satu-satunya tempat di mana Einstein pernah menulis kata pengantar.
Pantur diterima di sekolah itu. Tentang pentingnya kedudukan sekolah gravitasi Universitas Syracuse itu, Dr. Clifford M. Will dari Universitas Washington di St. Louis seperti dikutip The New York Times (23 Oktober 2002) ketika menurunkan obituari atas Peter G. Bergmann menulis sebagai berikut: “Pada masa-masa akhir 1940an Syracuse adalah tempat yang tepat untuk bekerja dalam Relativitas Umum karena tak ada tempat lain di dunia yang melakukannya.
Untung baginya sebab Bergmann bersedia menjadi ko-pembimbing untuk disertasinya. Dengan demikian, Pantur merupakan fisikawan Indonesia yang berguru langsung kepada murid dan kolega Einstein dalam Relativitas Umum. Ia merupakan satu dari 32 mahasiswa dari seluruh dunia yang mempelajari Relativitas Umum di Syracuse dengan Bergmann sebagai pembimbing atau ko-pembimbing dalam kurun tahun 1947-1982. Tak salah kalau orang menyebutnya sebagai cucu murid Einstein.
Adapun pembimbing utamanya lebih muda dari Bergmann, tapi juga raksasa dalam Relativitas Umum. Dialah Joshua N. Goldberg. Nama-nama itu terasa Yahudi. Universitas Syracuse memang didominasi oleh orang-orang Yahudi, baik dosen maupun mahasiswanya. Sekali waktu dalam sebuah kuliah, Pantur menggambarkan almamaternya itu dengan lelucon segar yang tentu saja didasarkan pada fakta: “Hanya ada dua jenis manusia yang diterima di Syracuse. Yang pertama Yahudi, yang kedua adalah orang pintar. You tahu, saya bukan Yahudi.”
Di Syracuse selain mendalami fisika teoretis, Pantur juga menyerap etos belajar dan etos kerja orang-orang Yahudi di sana. Meski inteligensi mereka relatif tinggi-tinggi, mahasiswa-mahasiswa Yahudi menghabiskan sebagian besar waktu mereka di luar kuliah untuk belajar, belajar, dan belajar. Demikian pula dosen-dosennya. Lampu kamar kerja dosen di sana masih benderang sampai pukul sembilan malam. Kerja keras semacam itu plus otak cemerlang barangkali yang menjelaskan betapa orang-orang berdarah Yahudi menempati jumlah terbanyak dalam daftar peraih Nobel Fisika.
Pantur menyerap pola belajar dan pola kerja seperti itu selama kuliah di sana. Tapi, sekali waktu Pantur ada keperluan pulang lebih lekas ke tempat tinggalnya. Tak enak baginya ketahuan pulang lebih awal. “Akhirnya saya terapkan kelihaian yang khas Indonesia,” katanya sambil tersenyum. “Saya biarkan lampu kamar kerja saya menyala, sementara saya pulang ke tempat tinggal saya.”
Tentu perbuatan ini tak berulang. Sebab bila terulang, niscaya Pantur akan kesulitan memenuhi ajakan Goldberg dan Bergmann ikut dalam upaya mendamaikan Teori Medan Kuantum dan Relativitas Umum demi menemukan Teori Kuantum Gravitasi, teori yang diimpikan semua fisikawan teoretis sedunia, yang memerlukan ketekunan bagi disertasinya. Berbulan-bulan menguantisasi Relativitas Umum supaya akur dengan Medan Kuantum; Pantur, Goldberg, dan Bergmann gagal membidani Teori Kuantum Gravitasi. Fisikawan-fisikawan di Institute for Advanced Studies di Princeton mengingatkan mereka bahwa proyek itu adalah pekerjaan kolektif dalam skala besar yang membutuhkan waktu 25 tahun.
Alih-alih berkeras mendapatkan kuantum gravitasi, akhirnya Pantur mengikuti saran Goldberg. Dengan saran itu, ia pun mengalihkan topik untuk disertasinya: mengamputasi prinsip Relativitas Umum dengan menggunakan Grup Poincare untuk menemukan kuantitas fisis yang kekal dalam radiasi gravitasi. Temuan ini mengukuhkan keberpihakannya kepada Dentuman Besar (Big Bang) sebagai model pembentukan Alam Semesta ketimbang model-model lain.
Pekerjaan itu selesai pada tahun 1971 dan mengukuhkan Pantur Silaban sebagai Ph.D. dengan disertasi berjudul Null Tetrad Formulation of the Equations of Motion in General Relativity. Garis-garis besar mengenai apa yang dicapai dalam disertasinya ini tercantum dalam Dissertation Abstracts International, Volume: 32-10, Seksi: B, halaman: 5963 .
Tiga tahun kemudian Joshua Goldberg—yang banyak menghasilkan risalah penting fisika yang dimuat di jurnal utama seperti Physical Review D, Journal of Mathematical Physics, Journal of Geom. Physics—merujuk pekerjaan Pantur ini dalam risalahnya, Conservation Equations and Equations of Motion in the Null Formalism, yang diterbitkan General Relativity and Gravitation, Volume 5, halaman 183-200. Karya lain yang menjadi rujukan dalam risalah ini adalah dari dua orang mahafisikawan dunia, Hermann Bondi dan Roger Penrose. Jadi, dapatlah ditebak tempat Pantur dalam Relativitas Umum.
Setahun setelah menyelesaikan disertasinya, Pantur kembali di Bandung pada tahun 1972 dan mengajar di Jurusan Fisika ITB. Orang pertama Indonesia yang mendapat doktor dalam Relativitas Umum itu adalah orang Sumatera pertama—tidak sekadar orang Batak pertama—yang mendapat Ph.D. dalam fisika. Sebuah risetnya setelah disertasi ini dimuat di Journal of General Relativity and Gravitation. Sekian makalahnya mengenai teori gravitasi dan fisika partikel elementer dimuat di berbagai prosidings dalam dan luar negeri. Ya, sebagai seorang fisikawan teoretis, Pantur juga menggumuli fisika partikel elementer.
Beberapa kali diundang sebagai pembicara di International Centre for Theoretical Physics (ICTP) yang didirikan fisikawan Pakistan pemenang Nobel Fisika, Abdus Salam, Pantur selalu mencermati indikasi akan keberhasilan ditemukannya Teori Kuantum Gravitasi. Katanya suatu kali dalam sebuah kolokium di Jurusan Fisika ITB, “Dengan menganggap partikel sebagai titik, upaya menguantumkan Relativitas Umum berhadapan dengan singularitas yang tak bisa dihilangkan.” Itu sebabnya ketika teori string—yakni teori fisika yang menganggap partikel sebagai seutas string, bukan titik sebagaimana diasumsikan sejak zaman Democritus (460-370 SM)—menghangat pada pertengahan 1980an hingga awal 1990an, Pantur menggumulinya dan bekerja untuk mendapatkan Teori Kuantum Gravitasi.
“Timbul pula masalah yang tak kalah besarnya,” katanya. “Kita berhadapan dengan perumusan grup simetri yang parameternya sampai 496. Waduh, payah ini.”
Singkat kata, baik dengan memandang partikel terkecil sebagai titik maupun sebagai seutas tali (string), Teori Kuantum Gravitasi yang didamba-dambakan itu masih saja belum berhasil ditemukan. “Jadi, sebetulnya masih banyak proyek dalam fisika teori,” kata Pantur.
Peran sentral Pantur membangn komunitas fisika teori di Indonesia, yang antara lain beranggotakan fisikawan Hans Jacobus Wospakrik (almarhum) yang adalah muridnya semasa S-1, tidak diragukan lagi. “Sulit membayangkan kehadiran fisika teori di Indonesia tanpa Pak Silaban,” kata Triyanta, mantan ketua Departmen Fisika ITB, yang adalah muridnya dan menyelesaikan Ph.D. dari Universitas Tasmania, Australia dalam fisika teoretis.
Sebagai seorang dosen, Pantur adalah komunikator ulung. Ia hadir di kelas dengan membawa kapur saja sebab, “Setiap kali masuk kelas, seorang dosen harus siap dengan bahan yang akan ia ajarkan, sesulit apa pun kuliah yang ia berikan. Tapi, itu tidak menjamin bahwa setiap pertanyaan mahasiswa bisa kita jawab.” Selalu saja ada ilustrasi-ilustrasi yang mudah dikenang dalam kuliahnya untuk memudahkan mahasiswa menangkap konsep fisika yang rumit-rumit. Yang juga tak pernah ketinggalan dalam setiap kuliahnya adalah humor-humor yang segar dan tampaknya autentik. “Beberapa fisikawan di Maryland pernah menghitung temperatur surga dan neraka dengan menggunakan statistik Boltzman, Bose-Einstein, dan Fermi Dirac,” katanya dalam sebuah kuliah. “Ternyata suhu neraka sedikit lebih rendah daripada suhu surga. Itu sebabnya orang lebih banyak berbuat jahat karena neraka ternyata lebih sejuk.”
Karena referensi dalam bahasa Indonesia untuk fisika teori sangat minim, Pantur Silaban pada tahun 1979 menerbitkan buku daras Teori Grup dalam Fisika. Kemudian ia menerbitkan buku Tensor dan Simetri. Pertengahan 1980an, bekerja sama dengan Penerbit Erlangga, dia menerjemahkan banyak buku daras teknologi mesin, elektroteknik, dan matematika yang dipakai perguruan-perguruan tinggi terbaik dunia.
Pantur Silaban dikukuhkan sebagai guru besar ITB dalam fisika teoretis pada Januari 1995. Ia memasuki masa pensiun per 11 November 2002. Tapi, ketua Jurusan Fisika waktu itu, Pepen Arifin, mempertahankannya untuk terus mengajar. “Kalau Jurusan kekurangan ruang kerja, saya sediakan kamar saya untuk beliau,” kata Freddy P. Zen, ketua Kelompok Bidang Keahlian Fisika Teori ITB memperkuat tawaran Pepen Arifin.
Sebagai penghormatan kepada Pantur yang telah memasuki masa pensiun, murid-muridnya mengadakan Seminar Sehari A Tribute to Prof. P. Silaban pada 20 Februari 2003 di ruang kuliah bersejarah Jurusan Fisika ITB, Ruang 1201. Di sana hadir civitas academica dari Jurusan Fisika dan jurusan-jurusan lain di ITB yang mengenal Pantur dengan baik. Beberapa komentar yang terungkap dalam seminar itu antara lain berasal dari guru besar Matematika ITB, M. Ansjar, dan guru besar Fisika ITB, The Houw Liong.
Bila suasana akademis di ITB dan Indonesia memadai, bukan tak mungkin Pak Silaban menghasilkan kontribusi yang sangat berarti dalam fisika,” kata M. Ansjar sebagaimana dibacakan Freddy P. Zen.
Yang selalu saya ingat dari Pak Silaban adalah pernyataannya bahwa segala sesuatu, termasuk ruang dan waktu, akan berakhir,” kata The Houw Liong. “Yang tidak berakhir adalah hukum alam.”
Rektor ITB ketika itu, Kusmayanto Kadiman, dan Ketua Departemen Fisika saat itu, Pepen Arifin, pada 30 Agutus 2004 mendaulat Pantur Silaban menggelar kuliah umum populer Umur Alam Semesta di sebuah ruang kuliah Fisika ITB. Seperti dilaporkan Kompas keesokan harinya, ceramah itu dihadiri sekitar 300 orang dari berbagai kalangan, termasuk mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Luhut Panjaitan, geologiman M.T. Zen, Presiden Direktur ESQ Ary Ginanjar Agustian, beberapa orang dari kalangan agamawan, dan beberapa guru SMA.
Dengan mendasarkan perhitungan umur Alam Semesta pada Teori Dentuman Besar, Pantur waktu itu dikutip Kompas mengatakan, “Alam masih miliaran tahun, silakan terus berinvestasi.”
Rupanya laporan surat kabar itu menarik perhatian sebuah keluarga Batak. Tak lama sesudah itu, bertepatan dengan lepas sidi salah satu anaknya, Edward Nababan yang sehari-hari bekerja sebagai salah satu petinggi Perusahaan Jawatan Kereta Api mengundang Pantur Silaban menggelar ceramah fisika di rumahnya di bilangan Jatibening, Jakarta Timur.
Yang menarik, acara yang dimulai sore itu—sebab lepas sidi diadakan di Bandung, lalu keluarga ini langsung menuju Jakarta—diawali dengan ceramah fisika. Inti perayaan lepas sidi bagi putri keluarga Nababan itu adalah ceramah Pantur. Acara adat hanya penyerahan tudu-tudu sipanganon dan dengke, itu pun dilaksanakan setelah acara inti berakhir. Hadir antara lain mantan Eforus HKBP S.A.E. Nababan, aktivis organisasi nonpemerintah abang-beradik Indera Nababan dan Asmara Nababan, Panda Nababan, dan Hotasi Nababan yang sekarang presiden direktur PT Merpati Nusantara Airlines.
Pantur Silaban & Toyota GalaxiTATAP menjumpai fisikawan teoretis ini untuk sebuah wawancara pertengahan Januari lalu di ruang kerjanya di Fisika ITB yang masih seperti dulu: papan tulis penuh dengan relasi-relasi matematis fenomena alam. Suami dari Rugun br. Lumbantoruan, ayah dari empat putri ini—Anna, Ruth, Sarah, dan Mary— serta mertua dari tiga menantu dan kakek empat cucu ini rupanya baru saja kembali dari wisata ke Israel.
Menantu saya yang orang Swiss itu yang membiayai perjalanan kami,” katanya sambil menjelaskan sedang mempersiapkan buku kuliah untuk beberapa perguruan tinggi di Australia yang tertarik dengan kuliah yang pernah ia berikan di Melbourne beberapa waktu lalu: teori medan kuantum yang diselusuri dari teori Newton. “Rupanya mereka tertarik dengan pendekatan saya ini,” katanya.
Bagaimana minat orang Batak menjadi fisikawan sekarang ini?
Beberapa murid pintar SMA dari kalangan Batak rupanya pernah datang kepadanya ingin belajar serius fisika. “Penghalang mereka jutru orangtua mereka sendiri,” kata Pantur. “Kalau lulus, kamu mau makan apa. Paling jadi guru. Begitu ancaman orangtua mereka. Dari situ kelihatan, profesi guru dilecehkan, padahal yang menentukan maju-tidaknya sebuah bangsa adalah guru.”
Selama orang Batak masih kukuh dengan hamoraon dalam segitiga hasangapon, hamoraon, hagabeon, menurut Pantur Silaban, sulit mengharapkan orang Batak menonjol dalam ilmu-ilmu murni, seperti fisika dan biologi molekuler, dua bidang sains yang masing-masing merupakan primadona ilmu dalam abad 20 dan abad 21.
Menjelang kami berpisah, dalam sesi memotret, Pantur menganjurkan supaya dia dipotret bersama mobil Toyota-Corollla keluaran 1984 itu. “Ini mobil saya yang pertama dan terakhir, tidak akan pernah saya ganti,” kata Pantur seraya mengingatkan bahwa “Einstein selama hidupnya tidak pernah punya mobil.”*
Penulis : P. HASUDUNGAN SIRAIT & NABISUK NAIPOSPOS
Sumber : Majalah TATAP edisi V, Jan-Feb 2008

Rabu, 13 Maret 2013

OPEN RECRUITMENT ASISTEN MEDAN

OPEN RECRUITMENT ASISTEN LABORATORIUM FENOMENA MEDAN ELEKTROMAGNETIK PERIODE T.A. 2013-2014.Untuk Persyaratannya dapat di Lihat disini

Senin, 11 Maret 2013

Proses Produksi Bahan Bakar Nuklir di IEBE - BATAN


Instalasi Elemen Bakar Eksperimental (IEBE) adalah salah satu instalasi nuklir di Kawasan Nuklir Serpong. Instalasi ini digunakan untuk litbang teknologi produksi bahan bakar nuklir untuk reaktor daya (PLTN), yaitu:


  • Pemurnian dan konversiYellow Cakemenjadi serbuk UO2derajat nuklir,dan

  • Fabrikasi perangkat bakar nuklir untuk PLTN tipe reaktor air berat (HWR).


Proses produksi serbuk UO2derajat nuklir diawali dari proses pelarutan bahan bakuYellow Cake, kemudian pemurnian, pengendapan dan pengeringan ADU (amonium diuranat), kalsinasi UO3menjadi U3O8, reduksi U3O8menjadi UO2serta pasivasi serbuk UO2.

Produk serbuk UO2kemudian dikirim ke bagian fabrikasi untukdiproses lebih lanjut menjadi produk akhir berupa perangkat bakar nuklir (fuel bundles). Proses fabrikasi meliputi: pembuatan pelet UO2sinter, penyiapan komponen dan perakitan elemen bakar, serta perakitan perangkat bakar nuklir.

LUNGGUK SIBUEA LAPORAN KERJA PRAKTEK LIGHTNING ARRESTER

Kerja Praktek adalah salah satu Mata Kulia yang harus dilaksanakan Oleh setiap Mahasiswa Teknik Elektro,karena saat kerja Praktek mahasiswa dapat mendapat Ilmu yang basisnya Nyata dan Langsung didapat dari lapangan dengan di topang Ilmu Teori yang telah didapat dikampus.Disini Penulis mengangkat topik kerja Praktek adalah " LIGHTNING ARRESTER".
Lightning arrester adalah alat proteksi bagi peralatan listrik terhadap tegangan lebih, yang disebabkan oleh petir atau surja hubung (switching surge). Alat ini bersifat sebagai By-pass disekitar isolasi yang menghubungkan arus kilat ke system pertanahan sehingga tidak menimbulkan tegangan lebih yang tinggi dan tidak merusak isolasi peralatan listrik. Jadi pada keadaan normal arrester berlaku sebagai isolator, bila timbul tegangan surja alat ini bersifat sebagai konduktor yang tahanannya relative rendah, sehingga dapat mengalirkan arus yang tinggi ketanah.Selengkapnya dapat di Download disini 1.Bab 1 2.Bab2 3.Bab 3 4.Bab4 5.Bab5

11 MARET 2013 (Merindukan Sang Ayah)

11 Maret 2010 Tepatnya Hari Kamis Jam 10 Pagi Adalah Sejarah Duka Kami(anak2mu)
Dimana hati tersayat bagai diterjang Badai 
Dimana Air mata menetes tanpa sajak Kata yg tak Terucap

Tak mengerti untaian Cobaan yg mendekam
Tak Mengerti Kapan Fajar terbit
Tak Mengerti Kapan Bintang Bersinar
Kami hanya Bisa terhela lemah mengingat duka
Meratapi derita dan luka hati yang terdalam
Di Perpisahan abadi dengan Ayah tercinta




Sang Ayah pergi ke Kalbu Tanpa asa
Sang Ayah Pergi tinggalkan kesunyian yg Mendekam Batin
Sang Ayah Hempaskan Senyum Tawa yang telah terukir

Waktu dan Waktu telah berlalu ditelan kisah
Membuatku hanya bisa Menangisi Puing-puing Impian
Puing-puing yang abadi dan takkan Kembali lagi
Karena Fajar Waktu telah meronta bersama Surga-Nya

Dibingkai Jiwa Batin Kami
Dilambaian Cita dan Harapan
Kami Ukir Indah Selalu Namamu Ayah
Ayah yang Abadi untuk Kami anak-anakmu
Anak-anakmu yang Akan selalu merindukanmu

Di Satu dua angan dan Harapan
Kami katakan dari Bisikan Hati
Ayah adalah Yang terbaik yang pernah singgah ke dunia kami ( anak-anakmu)
Ayah adalah Yang Luar biasa dalam Merangkul Kami
Ayah adalah Segalanya Dalam Hidup kami
Biarpun itu semua seolah pudar di maya nya Gejolak masa
Tetapi Sanubari kami tetap berdawai Untuk Mengukir namamu

Dalam Ukiran Kisah duka yang tak terucap
Kami tegar dan senyum bagai lentera Fajar
Menghiasi Nada-nada waktu yang Terukir dalam Impianmu

Ayah terima kasih Buat Pengorbananmu
Ayah Terima Kasih buat Segalanya

Ayah Inilah Bisikan dan Doa kami (anak-anakmu)
Semoga Ayah Bahagia di Sorga sana
Kami yang kamu tinggalkan Juga Bahagia disini
Karena kami percaya Ayah dan Kami tetap satu dalam Kuasa Tuhan

Ayah kami selalu merindukanmu disana
Semoga ayah juga Merindukan Kami disini

** Kami Merindukan & Mencintai Ayah Sampai Selama-lamanya**






BY: Kami Anak-anakmu Yang Merindukan Ayah/LUNGGUK YUSRI'AL 

Minggu, 10 Maret 2013

ENERGI NUKLIR

Perbandigan Energi Nuklir dengan Energi Lain.Sifat-sifat energi Nuklir.Selengkapanya ada disini

ANALISIS PENGARUH KELEMBABAN TERHADAP TEGANGAN PERMUKAAN TANAH DI GARDU INDUK

Pentanahan merupakan salah satu faktor kunci dalam usaha pengamanan (perlindungan) sistem tenaga listrik. Usaha pentanahan sistem merupakan usaha untuk menghubungkan bagian kondusif terbuka perlengkapan dengan tanah.Menurut sinaga saragi dalam artikelnya yang terbit pada tanggal 21 november 2010 bahwa Sambungan ke tanah diperlukan untuk melindungi peralatan – peralatan komunikasi dan personal terhadap bahaya petir atau kesalahan pada power sistem dan juga dapat berfungsi sebagai service pada suatu sistem.Selengkapnya dapat anda lihat disini

BUKU BAGUS TEGANGAN TINGGI (Prof.Najamuddin)


Mengenal Sistem  pembangkit Tenaga Listrik  merupakan modal dasar dalam melakukan pengaturan ouput
pembangkit untuk menekan pembiayaan bahan baku energi. Melalui karakteristik
pembangkit ini dibuat model matematisnya sehingga dapat dilakukan proses optimasi
dalam memperoleh optimum ekonomi biaya pembangkitan.Stabilitas Sistem Tenaga Listrik Juga sangat mempengaruhi Sistem Operasi dalam Transmisi Maupun distribusi.Selengkapnya dapat di lihat Disi

TUGAS BAHAN-BAHAN LISTRIK

Konduktor atau penghantar adalah zat atau bahan yang didalamnya terdapat elektron bebas yang mudah untuk bergerak .Tarikan antara elektron yang berada dalam edaran paling luar dan intinya sangat  kecil ,hingga dalam  suhu normal pun ada satu atau lebih elektron yang terlepas dari atomnya.Elektron bebas bergerak secara acak dalam ruang di celah atom-atom.Konduktor bersifat dapat menghantarkan energi, baik energi listrik maupun energi kalor, baik berupa zat padat, cair atau gas.Selengkapnya silahkan Download disini

Sabtu, 09 Maret 2013

Pengelolaan Limbah Radioaktif (LUNGGUK SIBUEA)

Nuclear menjadi sangat menakutkan bagi dunia .Penyebabnya tidak lain adalah karena Radiasi dan Limbah Radioaktif. Kurangnya Sosialisasi Nuklir Terhadap masyarakat,sehingga masyarakat Hampa akan Nuklir.Jadi sudah sepantasnya kita berubah pikiran tentang Nuklir ,kita berpikir positif dan belajar dari negara-negara yang sukses mengembangkannya.Karena Limbah Radioaktif Nuklir bisa juga dikelola menjadi suatu Hal yang bermanfaat ,Download disini

PLTPB ( LUNGGUK SIBUEA)


Panas bumi adalah sebuah bentuk energi yang terbaharukan yang dapat dipergunakan sebagai pembangkit listrik
Energi panas bumi adalah energi yang diekstraksi dari panas yang tersimpan di dalam bumi. Energi panas bumi ini berasal dari aktivitas tektonik di dalam bumi yang terjadi sejak planet ini diciptakan. Panas ini juga berasal dari panas matahari yang diserap oleh permukaan bumi.
Energi panas bumi cukup ekonomis dan ramah lingkungan, namun terbatas hanya pada dekat area perbatasan lapisan tektonik.

Silahkan download disini

Makalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

Dengan semakin menipisnya persediaan sumber daya alam dalam menanggulangi masalah Krisis  energi,maka sudah sepatutnya kita generasi Mudah mencari solusi terbaru dalam menangani Krisis Energi ,dengan memanfaatkan akal Pikiran dan Teknologi yang ada.Dengan Melihat Indonesia adalah Lumbung Aneka ragam Sumber daya Alam Seperti Panas Bumi (Karena Indonesia dominan terhadap Gempa bumi ) maka Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi sudah selayaknya diperhitugkan.Karena PLTP aman,hemat dan Efisien digunakan untuk menangani Krisis Energi Listrik di Indonesia,Untuk penjelasan Tentang PLTP silahkan Download disini

CONTOH PROPOSAL KAPE

Contoh proposal Kerja Praktek Teknik Elektro,Silahkan download disini

Jarak Maksimum Lightning Arrester Dan Transformator Yang Dihubungkan Dengan Saluran Udara

Lightning Arrester Dapat Bekerja Optimal Apabila Kekuatan Isolasi sesuai dengan Kekuatan / Debit Petir disuatu Wilayah,Makanya terlebih dahulu diperhitungkan Nilai BIL (Basic Isolation Level) dan SIL (Switching Impulse Isolation Level) dari setiap Peralatan (Lightning Arrester & Transformator).Jarak Maksimum Lightning Arrester dan Transformator yang dihubungkan dengan Saluran Udara Seharusnya sedekat mungkin terhadap Peralatan yang akan di Lindungi,akan tetapi karena keadaan di Lapangan Kadang Jarak itu harus diperhitungkan melihat Fisik Peralatan yang banyak memakan tempat sehingga untuk mendapatkan Jarak efisien itu,silahkan Download disini

JAJAK PENDAPAT PLTN DI INDONESIA TAHUN 2012




I. Pendahuluan

Kegiatan jajak pendapat Iptek Nuklir tahun 2012 ini dilakukan untuk mengambarkan tingkat penerima masyarakat Indonesia terhadap pemanfaatan Iptek Nuklir, sebagaimana bagian dari Renstra Pusat Diseminasi Iptek Nuklir (PDIN) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) tahun 2010-2014. Kegiatan ini telah dilakukan sebanyak tiga kali, terhitung sejak tahun 2010, dengan tingkat penerimaan masyarakat secara nasional pada tahun 2010 sebesar 59,7% responden menerima pemanfaatan Iptek Nuklir dalam di bidang energi dengan menyetujui pembangunan PLTN di Indonesia; 25,5 % menolak pembangunan PLTN dan 14,8% tidak tahu. Tahun 2011 hasil jajak pendapat memperlihatkan sebesar 49,5% responden menerima pembangunan PLTN di Indonesia; 35,5 % menolak pembangunan PLTN dan 15% tidak tahu. Jajak Pendapat tahun 2012 dilakukan oleh PT. Andira Karya Persada yang merupakan pemenang lelang kegiatan tersebut. Jajak pendapat dilakukan untuk mengetahui perkembangan tingkat penerimaan masyarakat terhadap pemanfaatan iptek nuklir.
II. Metodelogi
1. Populasi dan Representasi
Sampel dalam survei dirancang untuk merepresentasikan penduduk dewasa di seluruh Indonesia yakni minimal berusia 15 tahun atau pernah sekolah setingkat SLTA, agar dapat menggambarkan kondisi regional. Survei diselenggarakan di seluruh wilayah provinsi Indonesia berdasarkan proporsi jumlah penduduk di masing-masing provinsi dengan responden sebanyak 3.000. Ambang kesalahan (margin of error) survei diperkirakan +/- 1,8% pada tingkat kepercayaan 95%.
2. Teknik Penarikan Sampel
Teknik penarikan sampel adalah kombinasi penarikan acak bertingkat (multistage sampling) dan acak sederhana (simple random sampling). Teknik ini digunakan agar variabilitas dan probabilitas terwakili sama dalam penarikan sampel. Distribusi responden berdasarkan kategori lokasi, yaitu 3.000 responden untuk jajak pendapat nasional dengan margin of error (MoE) 1,8%, Nilai MoE dalam jajak pendapat ini ditentukan pada tingkat kepercayaan 95%.
Unit sampling terkecil adalah desa yang dibedakan berdasarkan kategori urban- rural, dengan frame sampling setiap wilayah mewakili 50 desa urban dan 50 desa rural. Jumlah sampel setiap desa sebesar 10 responden, sebagai nilai ekonomis terkecil dari sampel dan agar menjangkau keterwakilan kategori desa.
Bagan
Gambar 1. Bagan Pemilihan Responden
Tabel 1. Metoda Penarikan Sampel dan Penjelasannya
Level Pemilihan
Metoda
Penjelasan
Propinsi
  • Tidak ada pemilihan. Yang menjadi lokasi survey adalah seluruh propinsi diIndonesia(33 Propinsi)
  • Membuat strata urban dan rural di setiap propinsi dengan memilah penduduk urban dan rural, dengan menggunakan data dasar BPS terakhir.
  • Menentukan jumlah responden di setiap strata di tiap propinsi yang proporsional dengan jumlah penduduk setiap strata.
  • Untuk memastikan keterwakilan tiap propinsi dan memungkinkan analisis pada level propinsi.
  • Untuk memastikan keterwakilan tiap propinsi dan memungkinkan analisis pada level propinsi.
Desa Urban/rural
  • Menentukan jumlah desa urban dan desa rural di setiap propinsi dengan berpatokan di setiap desa ada 10 responden yang akan diwawancarai.
  • Memilih desa urban dan desa rural secara acak dari daftar nama desa menurut kategori urban rural di setiap propinsi.
  • Pemilihan desa secara langsung di tingkat propinsi (tanpa memilih kabupaten terlebih dahulu) akan lebih menjamin penyebaran lokasi. Dengan demikian akan mengurangidesign effect error.
  • Wilayah Urban and rural akan dibedakan karena pendapat dan sikap masyarakat urban dan rural umumnya berbeda.
  • Pemilihan desa secara langsung di tingkat propinsi (tanpa memilih kabupaten terlebih dahulu) akan lebih menjamin penyebaran lokasi. Dengan demikian akan mengurangidesign effect error.
  • Wilayah Urban and rural akan dibedakan karena pendapat dan sikap masyarakat urban dan rural umumnya berbeda.
Rukun Tetangga (Level Pemerintahan Terendah)
  • Mendaftar semua RT atau tingkat pemerintahan terendah, lalu memilih 5 RT di antaranya secara acak. Teknis pemilihan RT secara acak ini akan menggunakan lembar angka acak.
  • Pemilihan RT atau level pemerintahan terendah karena diasumsikan, pada level itu terdapat kerangka sampel (daftar nama kepala keluarga).
  • Kita menghindari menggunakan model pemilihan sampel dengan cara berjalan (walk random selection) karena pengalaman terdahulu menunjukkan hanya mencakup wilayah yang sempit dari desa terpilih. Kelemahan lain dari metodawalk random selection yaitu tidak terdokumentasi dengan baik.
  • Jika di suatu daerah tidak dikenal istilah RT, maka diambil level pemerintahan terendah yang ada, misalnya dusun, dukuh atau lingkungan.
  • Pemilihan RT atau level pemerintahan terendah karena diasumsikan, pada level itu terdapat kerangka sampel (daftar nama kepala keluarga).
  • Kita menghindari menggunakan model pemilihan sampel dengan cara berjalan (walk random selection) karena pengalaman terdahulu menunjukkan hanya mencakup wilayah yang sempit dari desa terpilih. Kelemahan lain dari metoda walk random selection yaitu tidak terdokumentasi dengan baik.
  • Jika di suatu daerah tidak dikenal istilah RT, maka diambil level pemerintahan terendah yang ada, misalnya dusun, dukuh atau lingkungan.
Rumah Tangga
  • Memilih 2 kepala keluarga secara acak dari daftar nama kepala keluarga yang diperoleh dari Ketua RT atau pimpinan level pemerinta-han terendah. Teknis pemilihan kepala keluarga juga akan menggunakan lembar angka acak.
  • Metoda ini dapat memastikan pemilihan kepala keluarga benar-benar dipilih secara acak dan terdokumentasi.
  • Metoda ini dapat memastikan pemilihan kepala keluarga benar-benar dipilih secara acak dan terdokumentasi.
Responden
  • Memilih satu responden secara acak dari setiap kepala keluarga terpilih, dengan menggunakan kish grid.
  • Memastikan nomor kuesioner ganjil digunakan untuk responden laki-laki dan nomor kuesioner genap untuk responden perempuan.
  • Metoda pemilihan responden denganKishgrid memastikan responden dipilih secara acak dan buktinya terdokumentasi.
  • Pembedaan nomor kuesioner ganjil atau genap menurut jenis kelamin, akan memastikan jumlah responden laki-laki dan perempuan berimbang / proporsional (50:50).
  • Metoda pemilihan responden denganKishgrid memastikan responden dipilih secara acak dan buktinya terdokumentasi.
  • Pembedaan nomor kuesioner ganjil atau genap menurut jenis kelamin, akan memastikan jumlah responden laki-laki dan perempuan berimbang / proporsional (50:50).
3. Pelaksanaan Jajak
Kepada responden terpilih, dilakukan wawancara secara face to face interview (wawancara tatap muka.) Dengan penentuan metoda semacam ini, maka setiap masyarakat pada wilayah-wilayah terpilih akan memiliki peluang yang sama untuk diwawancarai. Metoda semacam ini juga lebih menjamin tingkat representativeness. Dengan demikian, penggunaan metoda tersebut dapat memberikan kepastian bahwa hasil jajak akan menggambarkan kenyataan yang sesungguhnya.
4. Quality Control : Supervisi dan Spotcheck
Untuk menjamin kebenaran informasi (data), seluruh proses wawancara disupervisi oleh koordinator tingkat kabupaten/kota. Untuk memeriksa secara langsung kebenaran isi kuesioner koordinator kecamatan akan melakukan spotcheck. Spotcheck dilakukan dengan cara memilih secara acak 10% dari kuesioner yang telah diwawancarakan. Inti dari kegiatan spotcheck adalah untuk mengecek apakah wawancara benar-benar dilaksanakan atau tidak. Spotcheck dilakukan dalam dua tahap sesuai dengan periode pengumpulan data. Untuk menjaga obyektifitas, spotcheck dilakukan oleh koordinator yang tidak mengawasi anggota kelompoknya. Dengan kata lain, koordinator A melakukan spotchek hasil pekerjaan yang berada di bawah koordinator B, demikian seterusnya. Spotcheck berguna untuk mengetahui kelengkapan jawaban pada lembar kuesioner, misalnya wawancara dilakukan tanpa mencatat nama anggota keluarga rumah tangga. Kuesioner yang bermasalah dikembalikan kepada TPD untuk melakukan wawancara ulang.
5. Jadwal Jajak
Proses pengumpulan data dilakukan pada tanggal 7 Oktober 2012 sd. 24 Oktober 2012, dengan sampling 3.000 Responden Nasional yang dilakukan di 33 Propinsi.
III. Hasil Pelaksanaan Jajak
1. Profil Responden
Distribusi Responden berdasarkan umur dapat dilihat pada gambar 2
Gambar 2. Responden berdasarkan umur
Distribusi ini memperlihatkan bahwa mayoritas responden adalah pada fase dewasa secara psikologis, dan mempunyai kemampuan untuk menganalisa persoalan secara objektif.
Gambar 3. Distribusi Responden berdasarkan pendidikan
Untuk tingkat pendidikan (Gambar 3), ada empat kelompok utama Responden, yaitu sebanyak 50,37% berpendidikan SLTA sederajat, 16,03% SLTP, disusul berpendidikan SD sebanyak 12,7%, dan yang berpendidikan sarjana sebanyak 12,07%. Berdasarkan data ini bisa dilihat bahwa mayoritas Responden mempunyai tingkat pendidikan yang memadai, sehingga dari aspek kognitif mempunyai pengetahuan yang memadai untuk menilai suatu permasalahan, dalam hal ini PLTN.
2. Pengetahuan Manfaat Iptek Nuklir
Berdasarkan data yang diperoleh (Gambar 4), dapat diketahui bahwa pengetahuan Responden terhadap iptek nuklir relatif masih rendah, yaitu sekitar 31,77% mengetahui manfaat iptek nuklir. Pengetahuan manfaat iptek nuklir Responden diperoleh melalui 4 sarana utama, yaitu media televisi menjadi sumber informasi utama sebanyak 42,59%, media koran 22,13%, selanjutnya melalui lembaga pendidikan 10,56%, sedangkan media online sebanyak 9,97%.
Gambar 4. Pengetahuan manfaat iptek nuklir
Bagi Responden yang mengetahui manfaat iptek nuklir, ada dua bidang utama pemanfaatan iptek nuklir yang dipahami yaitu energi atau PLTN sebesar 40,91%, dan persenjataan atau militer sebesar 28,54%. Sisanya adalah kesehatan dan pertanian dengan jumlah masing-masing sebesar 16,99% dan 13,44%, sedangkan pemenfaatan iptek nuklir dalam bidang peternakan nampaknya belum banyak Responden yang belum mengetahui.
Hasil ini masih sejalan dengan pendapat masyarakat terhadap pertanyaan bila Indonesia akan membangun pembangkit listrik untuk mengatasi krisis energi, dapat diketahui bahwa PLTN menjadi pilihan yang kedua (18,64%) setelah pembangkit tenaga air (19,61%), kemudian tenaga matahari dan biomassa dengan masing-masing sebesar 16,64% dan 12,8%. Ini berarti bahwa masyarakat sudah memahami bahwa PLTN dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah krisis energi bersanding dengan pembangkit listrik yang lain.
3. Penerimaan PLTN
Dari jajak pendapat tersebut juga terungkap bahwa tingkat penerimaan masyarakat terhadap pembangunan PLTN di Indonesia cukup besar yaitu 52,93% setuju, sementara yang tidak setuju sebesar 24,23% dan sisanya 22,83% menjawab tidak tahu. (Gambar 5)
Gambar 5. Tingkat Penerimaan Masyarakat terhadap Pembangunan PLTN
Tiga alasan utama masyarakat setuju terhadap pembangunan PLTN didasarkan pada upaya untuk menjamin pasokan listrik sebesar 28,54%, banyak manfaatnya 28,22%, masyarakat merasa yakin bahwa harga listrik menjadi murah 23,42%. Sementara alasan Responden tidak setuju dengan pembangunan PLTN disebabkan adanya bahaya yang ditimbulkan PLTN 81,13%, disusul dengan kenyakinan bahwa pembangkit lain masih mencukupi 12,17%, dan biaya pembuatan PLTN yang mahal 6,67%, serta SDM Indonesia belum siap 0,07%.
4. Informasi Iptek Nuklir
Dalam jajak tersebut diperoleh data 4 jenis informasi yang paling diharapkan masyarakat dalam kegiatan sosialisasi yaitu informasi tentang dampak lingkungan PLTN sebesar 21,51%, disusul keselamatan PLTN 17,97%, cara kerja PLTN sebesar 16,66%, dan informasi tentang keunggulan PLTN sebesar 14,93%. Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 6.
Gambar 6
Gambar 6. Informasi yang diharapkan dalam sosialisasi Iptek Nuklir
Sedangkan narasumber informasi yang paling dipercaya untuk menjelaskan PLTN adalah Presiden 26,99%, disusul BATAN 17,62%, Prodesor atau ahli di bidang nuklir sebesar 12,92%, secara detail ditampilkan pada Gambar 7. Hasil ini menunjukkan bahwa untuk menjelaskan substansi terhadap permasalahan PLTN dibutuhkan institusi yang legitimasi yang bisa diterima oleh masyarakat, disisi lain juga mengerti dan paham terhadap PLTN secara detail. Bila ini tidak dipenuhi maka masyarakat akan khawatir terhadap kevalidan substansi PLTN, karena pemanfaatan PLTN menghasilkan energi yang besar dan berdampak besar bila tidak ditangani dengan tenaga ahli dan profesional.
Gambar_7
Gambar 7. Sumber Informasi yang layak dipercaya
Hasil jajak pendapat tersebut juga memberikan pemahaman bahwa media informasi yang paling efektif untuk menyampaikan PLTN kepada masyarakat adalah berita televisi sebesar 28,71%, disusul iklan di televisi 16,19%, dan diurutan ketiga adalah berita pada media cetak/Koran sebesar 13,62%. Uraian detail terhadap media yang efektif ditunjukkan pada Gambar 8.
Gambar 8. Media Informasi yang efektif dalam mensosialisasikan iptek nuklir
IV. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
- Pengetahuan Responden terhadap iptek nuklir relatif masih rendah, yaitu sekitar 31,77%mengetahui manfaat iptek nuklir.
- Sebanyak 52,93 % masyarakat menerima pembangunan PLTN untuk menjamin pasokan listrik, sebanyak 24,23% tidak setuju dan 22,83% lainnya menjawab tidak tahu.
- Narasumber yang paling dipercaya oleh masyarakat untuk sosialisasi PLTN adalah Presiden (26,99%), BATAN (17,62%), sedangkan Profesor/ahli/ilmuwan di bidang nuklir diurutan ketiga yang dipercaya untuk memberikan sosialisasi (12,92%).
- Media sosialisasi yang dipercaya adalah berita di televisi (28,71%), disusul iklan di televisi 16,19%, dan diurutan ketiga adalah berita pada media cetak/Koran sebesar 13,62%.
2. Saran
Hasil analisis data menunjukkan bahwa masalah utama yang dihadapi adalah masih kurangnya sosialisasi terhadap pembangunan PLTN. Karena itu, saran dan rekomendasinya adalah agar BATAN selaku pemangku kepentingan utama iptek nuklir perlu meningkatkan sosialisasi dengan berbagai level stakeholder yang terkait.
V. Penutup
Penulis berterima kasih kepada PT. Andira Karya Persada yang telah melakukan jajak pendapat secara obyektif dan sesuai jadwal yang ditetapkan. Dengan hasil jajak pendapat tahun 2012 tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran umum terhadap potret pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap iptek nuklir, khususnya PLTN. Dengan demikian, hasil tersebut dapat digunakan sebagai acuan bagi stakeholder terkait iptek nuklir untuk memformulasikan sosialisasi Iptek Nuklir yang tepat kepada masyarakat sehingga berujung diperolehnya tingkat pemahaman masyarakat yang seutuhnya terhadap iptek nuklir.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More