Chat In Sibuea Blog

SENI DAN INSPIRASI


http://reddragondesigns.net/
Hover Effects

HUJAN SALJU

MY FAMILY

Alm.R.SIBUEA (Father)WITH J.br.MARPAUNG (Mother) Anak 1.E.ROHANI T SIBUEA 2.HIRAS P.M.SIBUEA 3.LUNGGUK Y.SIBUEA 4.DESI P.SIBUEA 5.TEDDY P.M.SIBUEA 6.NOVITA S.SIBUEA 7.LEDY C SIBUEA 8.GOMGOM ALEXSANDRO SIBUEA

Senin, 30 September 2013

"Perang di Luar Angkasa" Menggunakan Teknologi Nano Bisa jadi melebihi Kekuatan Bom Nuklir Hidrogen

Ini bukan seperti perang bintang yang digambarkan dalam film legendaris Star Wars. Perang ini terjadi di luar angkasa dalam upaya mencegah terjadinyaperang di bumi ini. Bagaimana caranya? Seperti apa perang yang terjadi di luarangkasa ini? Perang ini adalah Perang Teknologi!Ada beberapa teknologi canggih yang menjadi senjata utama perang ini.Laser kimia, particle beams, dan pesawat luar angkasa khusus militer. Yuk kitalihat satu per satu kecanggihan senjata rahasia ini.Laser kimia merupakan senjata yang memanfaatkan sinar laser yangdihasilkan dari pencampuran beberapa bahan kimia. Bahan kimia yang digunakanbisa bermacam-macam. Yang saat ini menjadi favorit para peneliti adalahHidrogen Fluorida (HF), Deuterium Fluorida (DF), dan Chemical Oxygen IodineLaser (COIL).Konsep LASER (Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation)melibatkan elektron yang tereksitasi. Apa artinya elektron yang tereksitasi?Seperti kita tahu, elektron-elektron dalam sebuah atom selalu mengorbit padajarak-jarak tertentu. Setiap orbitnya memiliki tingkat energi yang berbeda-beda.Jadi, kalau kita memberikan energi tambahan pada atom tertentu, elektron yangmendapat tambahan energi ini bisa melompat ke tingkat energi yang lebih tinggi.Inilah yang disebut keadaan tereksitasi. Elektron yang tereksitasi ini bagaikanelektron nyasar sehingga elektron ini tidak stabil di tempatnya yang baru. Elektronini akan terus berusaha untuk kembali ke tempatnya semula. Saat elektron yangtereksitasi itu ‘pulang’ ke orbitnya semula, energi tambahan tadi dilepaskan dalambentuk foton. Foton adalah energi cahaya dengan panjang gelombang tertentu,yang sesuai dengan tingkat energinya. Cahaya laser ini bersifat monokromatik(hanya memiliki satu panjang gelombang yang spesifik), koheren (pada frekuensiyang sama), dan menuju satu arah yang sama sehingga cahayanya menjadi sangatkuat, terkonsentrasi, dan terkoordinir dengan baik.Pada laser HF, atom fluor bereaksi dengan molekul hidrogen sehinggamembentuk molekul hidrogen fluorida yang berada dalam keadaan tereksitasi.Reaksi ini menghasilkan gelombang pada panjang gelombang sekitar 2,7-2,9mikron. Dengan panjang gelombang ini, gelombang yang terbentuk tidak bisamenembus atmosfer bumi sehingga hanya digunakan untuk senjata di luarangkasa saja. Pada laser DF, molekul yang digunakan untuk bereaksi dengan atomfluor adalah deuterium. Panjang gelombangnya lebih besar dari laser HF (sekitar3,5 mikron) karena deuterium memiliki massa lebih besar dari hidrogen. Padasistem COIL, klor direaksikan dengan hidrogen peroksida. Ini menyebabkantereksitasinya atom-atom oksigen, yang kemudian mentransfer energinya ke atomatomyodium (iodine). Energi tambahan ini menyebabkan tereksitasinya atomatomyodium sehingga menghasilkan laser dengan panjang gelombang sekitar 1,3mikron.



Gambar.1
Bagaimana senjata laser kimia ini digunakan dalam perang di luarangkasa? Coba kita bayangkan ilustrasi ini. Ada dua negara yang sedangbermusuhan sehingga berusaha untuk saling menjatuhkan. Salah satu negara yangsudah memiliki teknologi yang sangat maju menembakkan rudal yang diprogramuntuk menabrak negara musuhnya itu. Karena negara itu letaknya sangat jauh,rudal itu harus ditembakkan pada sudut yang cukup tinggi sehingga mencapaiketinggian yang cukup untuk dapat mencapai targetnya. Tetapi ternyata negaramusuhnya itu juga sudah memiliki teknologi yang sangat canggih. Mereka bisamendeteksi adanya rudal yang ditembakkan dan mengarah ke negaranya. Merekalangsung mengambil tindakan untuk menghindari tabrakan rudal yang bisamenghancurkan negara mereka itu. Mereka memiliki persenjataan di luar angkasa.Ada satelit yang sudah dilengkapi dengan laser kimia milik mereka. Saat rudal itumencapai ketinggian maksimalnya, laser kimia langsung ditembakkan sehinggamenghancurkan rudal sebelum mencapai targetnya (Gambar 1). Karena sudahhancur di ketinggian tersebut, rudal itu tidak lagi berbahaya sehingga keduanegara tadi terhindar dari perang yang menyeramkan.Nah, inilah fungsi utama dari perang teknologi ini. Dengan adanyateknologi yang canggih ini, perang yang sebenarnya di bumi dapat dihindari.Tetapi ada sedikit kelemahan senjata laser kimia ini. Karena laser kimia ini harusdiletakkan di satelit yang sedang mengorbit di luar angkasa, proses menembakrudal yang sedang meluncur cepat bukan merupakan proses yang mudah. Justruproses ini sangat susah karena satelit yang membawa senjata laser ini tidak dalam keadaan diam. Satelit yang sedang mengorbit selalu bergerak sepanjang orbitnyasehingga posisinya selalu berpindah-pindah. Ini sangat menyulitkan prosesmenembak target yang juga bergerak pada kecepatan tinggi. Untuk itu diperlukanparticle beams.Particle beams merupakan senjata yang bisa menembakkan partikelpartikelsubatomik (dengan cara mempercepat elektron dan proton, atau atomatomhidrogen) pada kecepatan yang sangat tinggi, bahkan mendekati kecepatancahaya. Karena kecepatannya mendekati kecepatan cahaya, target yang sedangmeluncur cepat pun dapat ditembak dengan cukup mudah. Senjata ini pun dapatmenghasilkan energi yang jauh lebih besar dari senjata laser sehingga dapat dapatmenghancurkan targetnya dengan lebih sempurna.Senjata yang berikutnya adalah pesawat luar angkasa yang khususdirancang untuk keperluan militer. Model yang digunakan untuk pesawat iniadalah desain pesawat X-33 yang kecil dan lincah.Ada satu hambatan yang dihadapi para peneliti yang sedang berusahamengembangkan teknologi canggih yang bisa melindungi bumi dari peperanganini. Senjata-senjata yang dikembangkan ini dimaksudkan untuk penggunaan diluar angkasa. Karena itu, kita membutuhkan sumber tenaga yang terletak di luarangkasa. Kita semua tahu betapa mahalnya mengirimkan dan mengorbitkansesuatu ke luar angkasa. Semakin berat semakin besar pula biaya yangdibutuhkan. Karena itu, kita memerlukan suatu bahan yang ringan yang dapatdikirim ke luar angkasa sebagai stasiun penghasil energi. Bahan yang ringan iniharus cukup kuat untuk menjadi sumber tenaga di luar angkasa. Bahan lightweightinilah yang sedang gencar dikembangkan dalam berbagai penelitiannanoteknologi.Nanoteknologi merupakan teknologi yang mengutak-atik atom-atom danmolekul-molekul dalam ukuran nano (1 nanometer = 1/1.000.000.000 meter).Dengan nanoteknologi, kita nantinya bisa menyusun atom-atom atau molekulmolekulsupaya berbaris sesuai dengan keinginan kita, tanpa ada satu pun atomatau molekul yang ‘nyasar’ atau berada di tempat yang salah. Ketepatan inilahyang menyebabkan tingginya kualitas materi-materi yang didesain pada skalanano (nanoscale designed materials). Materi-materi berkualitas tinggi ini seringdisebut smart materials karena biasanya dirancang khusus untuk keperluantertentu. Materi yang dibutuhkan untuk sumber tenaga di luar angkasa merupakansalah satu smart material yang dirancang khusus sehingga materi ini dapatbertahan pada kondisi lingkungan di luar angkasa yang sangat berbeda dengankondisi atmosfer bumi. Materi yang hebat ini dapat dibuat sangat tipis karenatidak ada atom atau molekul pengotor yang ‘nyasar’ seperti halnya pada berbagaimateri yang dihasilkan oleh teknologi makro. Karena tipis (mungkin hanya satulapis atom saja) materi ini pun menjadi sangat ringan. Ringan tetapi kuat danhebat!Inilah perang di masa depan. Bukan perang yang menyebabkan jatuhnyabanyak korban jiwa, tetapi perang teknologi yang menuntut kita untuk selalu lebih pintar dari ‘musuh’ kita. (Sibuea)

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More